erakhma

The longer you put off a job, the harder it to start


Tinggalkan komentar

First & last Snow Shower

Judulnya lebai kayak e yaa. Cuma hari ini agak terkejut pas buka jendela pagi-pagi  tanahnya putih semua meski tipis. Kemarin s udah lihat tenki youho 天気予報 ramalan cuaca di web akan ada snow di malam hari kirain ga sampai berbekas eh pagi pagi masih bisa lihat juga sisa si putih Alhamdulillah. Ini salju ke dua di Tokyo berarti, berhubung hari ini panas jadi langsung menguap siangnya. Berbeda dengan salju yang pertama tanggal 14 Januari 2013 lalu, diawali hujan dari pagi berlanjut salju yang turun kira kira jam 7 pagi samai jam 3 sore. Matahari tak berkunjung sedikitpun praktis semua jadi tertutupi salju hingga kurleb 10 cm (kejadian langka di tokyo katanya). Dan sisanya pun bertahan hingga 10 hari.

Waktu tanggal 14 Januari 2013 bertepatan dengan libur nasional 成人の日ーSeijin no hi- hari dewasa, perayaan buat yang sudah berumur 20 tahun. Jadi pas  kumpul sekeluarga di rumah. melihat ada salju turun aku yang heboh hehehe. Kapan lagi menikmatinya lha 1 tahun tinggal di sini berarti tiap musim cuma kebagian 1 kali toh, nikmati aja biar kedinginan dan rada norak. SMS-an ma temen Indonesia yang juga baru pertama liat salju eh uda pada di luar rupanya main ujan ujan. Kami pun bersiap nyusul. masih ujan sih tapi justru itu momen yang bagus buat poto :p. Tapi kok malah keasyikan main lupa jepret-jepret. adanya numapang nampang di kamera orang .Fahmi juga awalnya ngomel kena salju, kena angin dll  cuma keluarin mainannya yang mobil + sekop di pinggir-pinggir aja. Giliran diajak lempar-lemparan enjoy dia lari sana sini. Ga kuat dinginnya jadi main cuma bentar sambil nggembol salju dikit buat main di rumah.

DSCN1170

Pas di rumah gara gara sebelumnya Fahmi mainin gantungan HP bentuk kue Ultah warna putih daripada nganggur kedinginan, dan kalo dingin pasti laper jadi  iseng pingin bikin brownies pake cream putih :p . okeh mumpung anak lagi asyik main beraksi deh. Alhamdulillah enak juga heheh resep adopsi sana sini dari gugel. ternyata Fahmi ga suka yang creamnya.. waktu  saya coba bikin lagi kok gagal. Biasa lah saya suka experimen ga nurut ma resep. :p. (haduh fotonya raib)

 


Tinggalkan komentar

Berangkat Ski -part 2-

Lanjutan cerita tentang Ski. Kali ini perihal pemesanan dan keberangkatan ke lokasi. Awalnya tentu browsing ria di inet dan yang jadi PJ ya suami hehehehe. Terakhir nemu tokyotravelpal.com. Buanyak disitu paket wisata yang ditawarkan. Kami Pilih yang murah dan agak dekat yaitu Saku PARADA ski di Nagano ( Dari Tokyo sekitar 2,5 jam dengan bis). Ada daftar harga juga di web tersebut untuk 3 bulan ke depan, jadi bisa membandingkan mana yang sesuai budget. Kami pilih yang bulan Januari karena lebih awal dan paling murah  hehehe. Biaya sekitar  4500 ¥ , masuk Februari biaya menjadi  sekitar 5000-an dan bulan Maret kembali turun ke 4000-an. Itu  tadi termasuk bis dan alat ski. Setelah registrasi online by my husbad (lagi..) ada petugas yang konfirmasi by email & bisa kontak by phone kalo butuh info.  waktu itu registrasi rombongan ada 7 orang : mas Riza yang lagi dikunjungi keluarga : mbak Eka & Ragah, mb Dewi , Aku & suami + Fahmi. Setelah tanya-tanya ke mas operator ternyata booking sudah harus dibayar minimal 3 hari sebelum hari H. Karena uda mepet jadi alternatif yang memungkinkan pakai kartu kredit (pinjem mas Riza :p ). Kami pilih tanggal 1 januari pas tahun baru (hari Selasa) dan 3 hari kerja sebelumnya yaitu hari Jumat tanggal  28 Des pas banget abis registrasi waktu itu. Alhamdulillah ada kemudahan.

Hari H kami berangkat pukul 05.30 pagi dari dorm. Kami harus kumpul di pool Bis wisata di Ikebukuro pukul 07.000. Oya ada 2 terminal pemberangkatan, di Shinjuku dan Ikebukuro. Kami pilih ikebukuro karena lebih siang berangkatnya yaitu pukul 07.30. Di sana sudah banyak bis berkumpul, setelah registrasi ulang di loket, baru kita tahu masuk bis yang mana. Salut deh jadwalnya on time sangat :). pak sopirnya udah eyang – eyang, always ngecek jumlah penumpang sebelum berangkat. ya iyalah full responsibility itu.  Perjalanan 2,5 jam puas buat tidur karena bangunnya uput uput  dan untuk menghimpun energi .Waktu berangkat ini ada istirahat sekitar 15 menit di suatu tempat (ga perhatiin dimana) yang jelas semua bis berhenti di situ. Alhamdulillah tiba dengan selamat. Turun dari bis langsung brrrr takjub liat es dan salju untuk pertama kali meski masih dikit.

Di lokasi kita registrasi lagi di loket dapat tiket lift, isi formulir peminjaman alat ski & masuk ke ruang peminjaman. Agak lama disini karena susah ternyata pasang sepatunya. Untuk baju karena harus pake celana jadi sewa lagi 1500¥. Sepatu , papan dan tongkat ski included biaya daftar. barang- barang lain titip di loker koin 300¥ (eh lupa harganya ding). Abis tu baru ke lokasi seluncuran, belajar bentar, uji nyali sambil foto foto pasti, baru makan deh di kantin. Alhamdulillah di kantin ada menu pizza sayuran, ikan dan kebab (untuk ini lum konfirm halalnya, kami pilih yang menu ikan). Oya Untuk Fahmi karena heboh mulu jadi diajak ke arena main anak, bayar lagi per orang 600¥ untuk seharian.  Lebih asyik main disini rupanya bisa main Souri そうりsepuasnya, zannen Fahmi mau 2 kali doang ;p

Ada lagi yang kami lewatkan waktu itu, lupa konfirmasi jemputan bis pulang, kirain jam 5 ternyata jam 4 sore uda dijemput, jadilah buru-buru bereskan alat meski waktu itu memang sudah santai.  Penumpang lain uda pada naik, rombongan kami aja yang masih pada mencar ke toilet. Daaan baby car fahmi juga ternyata terlewatkan alias ketinggalan di lokasi ski haalaahh….Mungkin itu yang terbaik karena itu juga nemu di semak under our room. Jadi terkenang jasanya selama 3 bulan huhuhu. Cari lagi yang mudah mudahan lebih berkah tentu aja di Hard off (toko barang bekas) hehehe.

kebagian bis ijo

kebagian bis ijo

Gambar

Lokasi saku Parada ski

Di perjalanan pulang ini ada 2 kali kyuukei 休憩- istirahat di tengah perjalanan. Bento uda pada abis, mo beli susah cari yang halal jadinya laper berat. Alhamdulillah sampai dengan selamat di Shinjuku jam 8 malam. Pulangnya memang diturunkan di Shinjuku,beda dengan keberangkatan tadi dari Ikebukuro. Dari sana lanjutkan jalan kaki ke eki naik Densha pulang ke rumah eh kos kosan :p


Tinggalkan komentar

新年会 平成25年。Tradisi Awal Tahun

Penyambutan tahun baru Masehi  tidak pernah  ikutan hingar bingar perayaannnya. Lagian ga ada ajaran seperti itu dalam Islam. Tapi di negara kita dan negara negara lain begitu heboh menyambut tahun baru. Sebagai momentum untuk berubah ke arah lebih baik sih oke, tapi kalo cuma hura hura sama aja bo’ong. Jadi ngelantur niy…

Beda lagi dengan di Jepang yang menganggap Tahun baru -お正月ー sebagai hari penting seperti Hari Raya. Membuat hari ini spesial dan menjadi tradisi penuh makna sebelum dan sesudah pergantian tahun. Sudah bahas dikit di http://samarakazoku.blogspot.jp/2013/01/new-year-2013.html .hehehe Maksudnya langsung aja deh cerita kalo setelah tahun baru biasanya ada 新年会 - Shinnenkai. Kalo diartikan bisa jadi pesta tahun baru, tapi ini biasanya dimaksudkan untuk mengawali pertemuan pertama di tahun baru setelah liburan. Bisa di kantor atau di perkumpulan tertentu. Nah , Alhamdulillah tahun ini dapat 2 undangan Shinnenkai .Smoga ga termasuk merayakan tapi sebagai sarana belajar & silaturrahim. Memang ga ada kesan party juga.

Pertama undangan dari teman orang jepang yang sudah akrab dengan Indonesia ( ga hanya orang-orangnya tapi bahasa bahkan budayanya 🙂 . Yaitu Noriko -san yang uda seperti ibunya Mahasiswa Indonesia hehehe. Alhamdulillah beliau uda paham kalo kami hanya makan yang halal jadi Insya Allah aman karena yang disajikan mostly sayuran dan seafood. Sekitar 12 orang diundang ke rumahnya tanggal 5 Januari. Disini pertama kali makan おぞうにーozouni : sup isi mochi. Biasanya setelah 7 hari-an gitu kagami mochi dijadikan ozouni. Hmmm agak nyeret mochinya. Abis tu kita puas makan Chirashisushi, inarizushi, tempura dan salad 🙂

Ozouni = sup mochi

makisushi, tamagomaki, konyaku, namasu (salad lobak & wortel: katanya warna yang disukai Kamisama?? ) makisushi, tamagomaki, konyaku, namasu (salad lobak & wortel: katanya warna yang disukai Kamisama?? )

Kamaboko, kuromame (biar manis hidupnya :), konbumaki (biar yorokobu alias senang), Tatsukuri, datemaki

Kamaboko, kuromame (biar manis hidupnya :), konbumaki (biar yorokobu alias senang), Tatsukuri, datemaki

Mukoshime = serba steam ada wortel, renkon (akar lotus), konyaku, ayam (ga halal) dll

Mukoshime = serba steam ada wortel, renkon (akar lotus), konyaku, ayam (ga halal) dll

Yang kedua undangan dari senseitachi yang ngajar Nihongo di Plaza dormitory tanggal 16 januari. Acara diadakan di Kodaira Chuo Kokuminkan (semacam perpustakaan kota). Disini lebih banyak pengenalan budaya tahun baru oleh senseitachi. Terutama hidangan Osechi Ryori – masakan khas tahun baru yang bissa kita nikmati malam itu. Macam-macam jenis dan makna dibalik masakan tersebut. Tapi sayang ada yang pake ayam  ga halal jadi ada yang belum diicip deh. Selain itu siswa harus presentasi di depan tentang tahun baru di negri masing-masing. Trus yang seru ada sensei yang berusaha menghibur dengan sulap meski kadang gagal hehehe salut deh. Waktu acara ini suami & Fahmi gak ikut karena malam dan pasti dingin. Apalagi dua hari sebelumnya aturun salju pertama di Tokyo dengan lebatnya. Jadi masih banyak banget sisa saljunya (wow salju….patut di posting 🙂 . Ini juga karena kadung janji dengan teman sekaligus tetangga dari uzbec & Iran minta pergi sama-sama. Kalo ga pergi ga pren deh :p. Alhamdulillah bisa jadi pengalaman.

Katsu no ko (biar banyak anak heheheh)

Katsu no ko (biar banyak anak heheheh)

Hanetsuki, Takeuma, Kagamimochi, Kadomatsu, Origami, koma, tako (ada yang dibuat dari koran bekas :P

Hanetsuki, Takeuma, Kagamimochi, Kadomatsu, Origami, koma, tako (ada yang dibuat dari koran bekas 😛

Catering Dadakan

1 Komentar

Hampir lupa diabadikan karena kejar setoran, alhamdulillah kejepret juga 🙂

Ahad kemarin jadwalnya kajian rutin di masjid Assalam Okachimachi. Perdana di awal tahun setelah liburan. Acara dari jam 9.30-Dhuhur (sekitar jam 12.00) Biasanya ada lunch gratis dengan menu kari. Tinggal pesan sehari sebelumnya ke petugas masjid yang berasal dari Srilanka. Nah untuk sementara brother yang biasa masak pulang kampung, jadi suami yang biasa mesen harus cari orang untuk masak. Gampang aja deh bilangin saya : berani terima tantangan??? Dengan beberapa alasan akhirnya bismillah terima deh tugas siapin bento untuk 40 orang. Selain bisa belajar juga dapat honor heheheh. Alhamdulillah ladang amal & rejeki. Eniwei harus beli food processor biar ga gempor nguleg nih.

Mulai memilih menu apa yang mau disajikan dan finally memutuskan main menu adalah Sambel goreng ati + sate ayam. Hari jumat mulai nyicil kerjaan paginya  belanja bahan-bahan, kotak bento, sendok & tisu. Bagi tugas dengan suami yang sekalian ke kampus dan sholat jumat bisa mampir ke toko halal di Shinokubo. Jadi kebagian beli daging & sayurnya karena disana memang lebih murah. Super thanks buat husband yang pulang malam dengan belanjaan yang berat. Saya dan fahmi muter- muter di toko terdekat aja sambil survey ke toko barang bekas. Alhamdulillah liat ada food processor tapi lum yakin jadi ga langsung beli. Malamnya mulai potong-potong kentang-wortel, ati rebus & daging ayamnya + nusukin jadi sate. Belum pernah masak dalam porsi besar, jadi siapin bahannya dibanyakin deh :
Kentang 3 bungkus (isi kurleb @ 7)
Wortel 3 batang gede gede
Ati ayam 2 kotak  (kurleb 1 kg)
Ayam 2,5 kg
santan 2kotak (400ml)
kubis untuk lalap 1/2 potong
telur puyuh rebus beli dipasin 40 karena kecomot buat icip kahirnya ditambah yang kalengan hehehe
(ternyata lebihnya banyak juga bisa untuk 50 orang jadi sisanya bisa dibagi ke teman pengajian lain)

Lanjut, besoknya  hari Sabtu  Suami ada acara di luar kota sampai malam jadi lanjutin sendiri dulu. Sudah mepet, urgent butuh food processor akhirnya meluncur lagi ke toko barang bekas dekat dorm. Alhamdulillah bermanfaat & ga mengecewakan hasilnya (harganya aja yang agak ga bisa diterima :p ). Kali ini bagi tugas lagi suami jadi tukang sate ,saya yang tukang sambel goreng sekalian alusin bumbu-bumbu. Kalau suami datang tinggal memanggang sate. Kasian baru datang langsung bertugas di dapur ampe malam saya yang duluan teler setelah masak nasi di 2 magic com. Paginya tinggal masukin ke kotak bento. Harus 4 kali masak nasi karena magic com nya kecil. Selesai jam 9 pagi dibawa suami & satu teman yang diminta bantu. Alhamdulillah Finish tugasnya shujin okagede, semoga puas jamaahnya. Sayang ga bisa ikut kajian Kimochi karena ada acara di tempat lain dan ternyata jamaah ibu ibu pada sepi huhuhuhu.

Insya Allah semua ada hikmah, semoga makin baik & pengalaman kalo ada tugas baru lagi 🙂


Tinggalkan komentar

Main ski スキーを始めて

Libur tahun baru tepatnya pas Oshogatsu-tanggal 1 januari kami pergi ke sukijo (bukan nama orang loh ini) スキー場 maksutnya. Di Nagano-ken tepatnya di PARADA ski. bener-bener pengalaman pertama melihat tempat bersalju, meski waktu itu belum terlalu banyak saljunya. Cuaca cerah dan sebagian salju jadi mengeras, terutama di arena main anak. gabisa bikin bola salju deh apalagi boneka salju. Maklum masih Januari, masih permulaan Fuyu.

Cerita ikikata-cara pergi- kesana next time ajalah ya. Sekarang cuma ingin mengambil hikmah dari usaha belajar main ski yang sebenarnya mudah kalo kita MAU! Sebagai pemula cukup tahu teknik yang sederhana saja, asal bisa meluncur dan mengerem. Syukur suami uda bisa / tahu tekniknya jadi bisa ngajarin, ga usah kursus & nambah biaya kan. latihan tentu di tempat yang landai, beranjak ke yang agak miring. kekuatan kaki dan ketrampilan memainkan alat ski amat diperlukan. Di sini belum jatuh Alhamdulilla karena meluncurnya cuma 1 meter 2 meter 🙂

Fahmi ngekor, ga mau main di tempat anak kalo ga sama abi / umi.

Fahmi ngekor, ga mau main di tempat anak kalo ga sama abi / umi.

sepatunya abot kayak robot jadinya kalo jalan. Tapi kaki jadi aman terlindungi. ini dipasang langsung ke papan ski.

sepatunya abot kayak robot jadinya kalo jalan. Tapi kaki jadi aman terlindungi. ini dipasang langsung ke papan ski.

Melihat orang-orang dan anak kecil umur balita pun uda pada mahir kok jadi panas, pengen meluncur juga. naiklah saya dan teman yang juga pemula ke puncak dengan lift. Naik lift harus dipakai alat ski nya( namanya apa sei, lum browsing) . Sempat kena tegur petugas karena kita lepas papannya waktu naik lift dan salah pula pilih level, akhirnya ditunjukin terminal lift yang paling mudah buat pemula dimana disitu banyak anak-anak ngantri hehehehe. Turun dari lift harus langsung meluncur pakai papan ski, dan disinilah merasakan ngglundung. barengan lagi sama temenku, lucu deh …petugasnya jadi harus mbangunin  ibuk ibuk nyungsep. 🙂 Tiba di atas, eh lha kok keder mau turun, kuatir ga bisa ngerem dan makan korban nabrak orang ntar. dengan bismillah kucoba, bari 2 meter-an udah ngllundung meluncur sambil duduk, panik mikir gimana ngerem, Alhamdulillah berhenti juga. Mikir mikir mau pakai lagi papan ski nya. Akhirnya dilepas aja minggir, turun jalan kaki berdua.

Disusul suami, disemangatin pakai lagi alat ski sambil meluncur. Semangat mencoba eh ngglundung lagi ngglundung lagi….uda mau nyerah, tapi suami tetep nyemangatin. jadi ingat kotowaza 七転び八起き -Nana korobi Yaoki, jika gagal coba lagi teruuuus- Sampai capek , kaki sakit ga nyampe-nyampe juga, sementara temenku yang jalan uda di bawah. Haduuuuh…susah ameeerr. Pertama memang begitu pasti yaa. Kepingin coba terus sampai bisa tapi kepikiran Fahmi yang nunggu di bawah dengan teman satu lagi ( yang mengajak anak dan istri juga). Uda pasti nangis – nangis karena ga bisa kalo ga liat abi / uminya. Terakhir coba dan jatuh udah deh, jalaaan…Suami pergi duluan meluncur cari tempat istirahat.

kalo dipikir memang begitu ya dalam meraih sesuatu, perlu usaha dan pengorbanan. Melihat orang jepang yang melatih anaknya pun, jika jatuh mereka dibiarkan bangkit sendiri tanpa dibantu, cukup disemangati ‘ganbare!!” dan luar biasa hasil yang diraih, mereka bisa menikmati permainan. Harus ingat bahwa keinginan kuat, usaha, semangat dan doa tak boleh lepas begitu saja . じゃ、これからも頑張ってね。。。。