erakhma

The longer you put off a job, the harder it to start

masak Tempura& Buri Daikon

Tinggalkan komentar

Ceritanya 21 Maret lalu ngadain lagi acara masak-masak, mumpung yang mahasiswa lagi liburan. Jadi mengajak teman yang lagi free, jeng Natalia & Farida. Masih tentang masakan jepang dan mengundang guru kesayangan kita semua, Noriko san. Kali ini pingin masak tempura dan Lobak dengan cara yang baik dan benar, lum pernah soaleee. lum pernah bener maxutnya

Pertama masak Buri Daikon (ikan Buri & lobak)

Bahannya & masaknya juga simple. bahannya ikan buri, lobak, shoyu, jahe & gula. Cuma baru tipnya nih mengolah Lobak biar ga pahit.

1. Kupas lobak dan potong sesuai selera lalu rebus dalam air . Kalo bisa direbua dengan air bekas cucian beras, kalo ga memungkinkan bisa ditambah tepung pada air untuk merebus lobak tadi. Setelah mendidih airnya, angkat dan sisihkan.

2. sisa air rebusan lobak gunakan untuk merebus ikan Buri ( istilah umumnya belum nenu nih jenis ikan apa) . Kurang lebih 1 menit aja lalu angkat dan cuci ikan dengan air bersih. Air rebusan tadi dibuang aja ya.

Buri Daikon, hihihi maaph ya ini bukan hasil dapur kita tapi hasil dapur Noriko san, pinjam hasil jepretannya

3. Tahap berikutnya , siapkan panci lagi ( waktu itu pake panci presto punya Noriko san, kalo ga ada pancia biasa juga bisa). masukkan ikan buri dan Lobak dalam panci, tambah irisan jahe, shoyu & gula kurleb 3 sdm, lalu tambah air sampai bahan tadi terendam. Rebus hingga air menyusut kurang lebih 5 menit, tunggu hingga uap hilang baru buka tutupnya biar ga ‘meletup’ alias meledak tu panci. nah abis tu rebus lagi hingga air habis. Empuk dan mateng deh.
Kalo pake panci biasa waktu merebus cukup ditutup dengan aluminium foil biar air mudah menyusutnya.

Kedua, masak tempura alias gorengan.

kayaknya karena kualitas tepung yang murah jadi hasilnya waktu itu kurang kres kres. Tapi boleh catat tipsnya ni. bahan yang ditepungin bisa udang, labu (pumpkin/kabocha), ubi (satsuma imo), jamur (shimeji, shitake etc), renkon (akar lobak) etc.

bahan adonan tepung:
tepung terigu 200 gr
telur  1 butir
air dingin
es batu
1. campur semua bahan dan aduk hingga merata, tak usah sampai lembut banget masih ada gumpalan juga gapapa)
2. celup bahan dan goreng dalam minyak yang banyak dan api sedang. biar banyak minyaknya jadi goreng di wajan cembung atau panci tebal🙂

Khusus untuk udang ( udang gede, udang pancet ato apa namanya tu ya)
1. kupas kulitnya tapi sisakan bagian ekor
2. ambil serat hitam yyang di punggung
3. iris dikit ,ga sampai putus bagian perut ( 3 irisan cukup) boleh sambil dilurusin
4. potong bagian paling ujung ekornya sambil dikeluarin airnya.
5. kalo perlu di lap dulu baru dicelupin tepung dan digoreng.

nah puas makan gorengan & ikan Alhamdulillah. Sayang akibatnya saya jadi mabok gorengan & shoyu, tiap makan atau bau gorengan & shoyu makin mual mual deh. Gejala Morning sickness baru. memang sesuatu yang berlebiah itu ga baik. At least apa yang dipelajari bisa bermanfaat🙂

 

 

Penulis: erlinarakhma

Masih belajar bagaimana menjadi Istri dan ibu yang baik, benar , tidak sombong dan sholihah :) Kayaknya tipe Sanguin- plegmatis deh. Suka malu malu mau buat meraih apa yang diimpikan. Tapi kalo uda ada kemauan rasanya meledak-ledak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s