erakhma

The longer you put off a job, the harder it to start

Mengurus Barang Hilang di Kereta 電車での忘れ物

Tinggalkan komentar

Mengurus barang hilang atau ketinggalan (忘れ物 ・落し物ーwasuremono/ otoshimono)saat naik kereta di Jepang ini gampang-gampang susah. Tapi dibanding negara sendiri tentang keamanan dan pelayanan petugas sih, negara kita tercinta masih harus banyak belajar. Subhanallah ya kalo disini barang ketinggalan pun bisa kembali ke pemiliknya, selain memang masih rejeki tapi juga karena bisa mudah mengurusnya daaan ga bayar… Yang susah mungkin kendala bahasa dan informasi yang kurang jelas.

sumber gambar sudah tercantum

sumber gambar sudah tercantum

Berdasarkan pengalaman suami yang ketinggalan tas kuliah dan teman yang ketinggalan dompet di kereta jadi ingin berbagi disini.
Setiap naik kereta  pasti para penumpang selalu diingatkan petugas/masinis melalui microphon untuk mengecek kembali barang bawaan sebelum turun meninggalkan kereta. Tapi ya namanya manusia tempatnya salah dan lupa, atau bosan dengan peringatan berulang  sehingga ga dianggep, yaa pasti ada aja kejadian barang ketinggalan. Disini salut deh dengan petugas yang konsisten dengan job descriptionnya (padahal yang liat aja bosan gimana yang ngejalaninnya..Ganbatta ne).  Di stasiun ato eki biasanya ada pusat informasi tempat dikumpulkannya barang temuan. Alhamdulillah uda jadi tradisi ya kalo ada yang nemu barang itu langsung dikasih ke petugas,bukan langsung diembat sendiri..

Berdasarkan ingatan yang terbatas karena kejadiannya bulan Desember tahun lalu dan sekitar bulan April tahun ini, jika ada barang ketinggalan di kereta yang dilakukan adalah:

1. Jangan panik😀 meski ga dapat dihindarkan…banyak berdoa supaya bisa kembali lagi barangnya.

2. Begitu ingat segera lapor ke petugas stasiun. Biasanya ingatnya pas turun kereta & masih berada di eki , nah cari kantor petugasnya.

3. Ceritakan ada barang yang hilang jenisnya apa, isinya apa (kalo tas atau dompet), detilnya bagaimana. Di kereta apa, tujuan kemana, jam dan sebagainya. kalo detilnya akan ada form yang harus diisi nama, no kontak dan sebagainya.

4. Kita tunggu aja, sementara petugas akan berusaha dengan konfirmasi dan berkoordinasi pada petugas di stasiun lain yang jalurnya dilewati kereta yang kita sebutkan. Menunggu ini tergantung susah tidaknya barang kita ditemukan atau tidak. Jadi lebih baik sambil berdoa juga🙂

5. Alhamdulillah waktu suami yang mengalami kejadian ini, hanya menunggu sekitar 30 menit , petugas sudah mengabari dimana lokasi tas yang ketinggalan tadi. Jadi suami langsung ‘mengejar’ dan menuju stasiun tempat tas ditemukan. Lapor petugas dan konfirmasi kepemilikan, barang pun bisa diambil.

Yang dialami teman yang ketinggalan dompet lebih seru lagi. Karena sudah melalui tahap diatas tapi petugas stasiun tidak berhasil malacak keberadaan barangnya. Hingga beberapa hari (kurang lebih 5 hari baru ketemu). jadi tindak lanjutnya adalah :

6. karena dalam dompet ada HP/smartphone, ATM , kartu mahasiswa dan barang penting lainnya maka segera hubungi provider telpon/ bank untuk memblokir kartu demi keamanan.

7. Berdasarkan pantauan sinyal provider bisa diketahui lokasi smartphone ada di daerah mana (waktu itu bukan lagi di eki). Jadi harus minta bantuan keisatsukan 警察官 dengan lapor ke koban 交番 semacam pos polisi.

koban (police box) dengan polisinya yang giliran patroli pakai sepeda pancal. (alternatif mencegah polisi gendut)

koban (police box) dengan polisinya 警察官yang giliran patroli pakai sepeda pancal. (alternatif mencegah polisi gendut).sumbergambar : ohtaseitai.com

 

8. Waktu itu teman minta bantuan dari kampus untuk membuat surat rujukan yang ditujukan ke petugas Kouban. Isinya bahwa benar telah kehilangan : nama, barang yang hilang…dst (untuk memudahkan dan memperkuat laporan proses administrasinya)

9. Dengan membawa surat rujukan/pengantar tadi kita lapor polisi di Koban dan pasti ditanya ini itu berdasar form yang kita isi sebelumnya. Isi form hampir sama seperti di eki : nama, alamat, no kontak, detil barang yang hilang dll.

10. Polisi akan koordinasi dengan petugas di koban lain, k ita dikasih semacam nota bukti laporan & diminta pulang sambil menunggu kabar.

11. Alhamdulillah esoknya setelah lapor sudah dikabari polisi (melalui kampus) bahwa barangnya sudah ketemu. Tinggal datang ke koban tempat barang ditemukan dengan membawa nota bukti lapor untuk ambil barangnya. Ternyata lokasi pemantauan provider smartphone adalah di koban, bukan di lokasi lain yang ga dikenali. Alangkah baiknya orang yang menemukan dan melaporkannya ke koban ya🙂. Karena ga mau ngaku, kalo dia ngaku kita bisa kena tradisi balas budi alias ngasih tips pada penemu barang.

Sayang ga ada foto untuk barang bukti😉 mau jepret formnya tapi jaim ma petugasnya hehehe..

Kalo pengalaman teman lain waktu ketinggalan tas di kereta, tidak lapor petugas tapi dikejar sendiri sampai sekarang lum ketemu. jadi sebaiknya segera lapor aja.

Pasti ada banyak sekali pengalaman tentang barang hilang ini dari sumber lain, cerita diatas sih berdasar pengalaman sendiri ( orang dekat saja)….so let’s share 🙂

Penulis: erlinarakhma

Masih belajar bagaimana menjadi Istri dan ibu yang baik, benar , tidak sombong dan sholihah :) Kayaknya tipe Sanguin- plegmatis deh. Suka malu malu mau buat meraih apa yang diimpikan. Tapi kalo uda ada kemauan rasanya meledak-ledak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s