erakhma

The longer you put off a job, the harder it to start

Nihongo Nouryoku Shiken日本語能力試験di jepang –part 2

Tinggalkan komentar

Nihongo Nouryoku Shiken日本語能力試験 ( JLPT) pertama tahun 2013 diadakan pada 7 Juli. Di Jepang, awal Juli ini bertepatan dengan puncak musim panas. Ini pertama kali mengalami yang namanya summer / natsu 夏 yang ternyata juga bikin excited seperti musim lainnya. Semula berpikir musim panas tidak masalah karena terbiasa dengan iklim tropis yang juga panas, ternyataaaaa….ampun deh lebih panas, sumuk, ongkep , lembab, pengap, matahari njenthor (terang & menyengat) banget kalo cerah.  Jadi lebih suka ngadem , kipas-kipas & minum seger-seger. Waktu itu 3 hari jelang Ramadhan, jadi ga ngebanyangin kalo puasa ( sstt ini dibahas ntar aja).  Selain itu di musim panas , siang hari lebih panjang dari malam hari. Jam 4 pagi sudah mulai terang & jam 7 malam baru gelap.

Gambar

Koleksi lama – Salah satu sudut kampus Hitotsubashi Kunitachi. ( sudut sebelah mana ya😀 ? pas tes ga jeprat jepret sama sekali

Gambar

bagian lain jalan menuju kampus

Kembali ke JLPT, Alhamdulillah dapat lokasi tes yang lumayan dekat dan familiar yaitu di Kunitachi tepatnya Hitotsubashi University bagian west campus. Total perjalanan 30 menit ( naik kereta 12 menitan dari Hitotsubashigakuen – Kokubunji – Kunitachi eki). Lokasi detil sudah ada di Voucher Test (受験票. Jukenhyou) dan pasti banyak peserta juga yang datang ke lokasi, jadi gampang carinya tinggal ikut arus orang-orang asing yang mau ikut tes aja hehehe. Di sana juga banyak petugas / sensei yang stand by memberikan informasi.

image

Test voucher yang juga beda dari voucher yang pernah diterima pada tes terdahulu

Sewaktu hari  H saya berangkat janjian jam 11 siang dengan teman & tetangga 1 dorm dari Vietnam (ibu-ibu juga) , ada 2 orang tapi yang satunya beda lokasi jadi bareng sampai eki terdekat aja. Oya sementara itu anak-anak dititipkan ma bapaknya masing-masing di rumah🙂.  Hari itu juga cuaca sedang panas jadi sambil jalan terus kipas-kipas ( kipas, payung, topi , lap keringat jadi bawaan wajib deh). Sampai depan kampus Kunitachi sekitar jam 11.30 rasanya sudah menguap, karena itu sangat bersyukur banged pas uda ketemu ruangannya yang full AC :p ( Saya dan teman Vietnam beda ruangan ). Tapi ga boleh lama-lama ngadem dulu karena harus cari tempat sholat sebelum  tes dimulai jam 12.30. Setelah ijin (ijin ke toilet hehehe)  ke sensei yang sudah stand by di ruangan, Cari-cari lokasi diantara lalu lalang orang Alhamdulillah nemu juga tempat masih 1 lantai , di pojokan depan pintu ruangan yang ga dipakai. Itu setelah ‘say hello basa basi’ dengan sensei penjaga ruangan lain & bersyukur beliau pengertian.
Setelah sholat, kembali ke ruangan tes dan menikmati segarnya AC…gubrakkkk, kebetulan dapat bangku paling belakang. Beneran deh ga berasa mau ujian hehehehe. Waktu ujian ,  105 menit pertama adalah tes 言語知識(文字. 語彙.文法)dan  読解 ( Gengou chishiki- Moji. Goi. Bunpo-  Dokkai /  language knowledge –Vocabulary.grammar-Reading) . Total di ruangan sih 2 jam dari 12.30-14.30 yang 15 menit untuk bacain peraturan dan mengecek data peserta. Cukup kibishii alias ketat juga aturannya ,  segala kertas tak boleh ada di meja termasuk bungkus penghapus.  Setelah beres , yup mulailah mengerjakan dengan kemampuan yang ada yang banyak lupanya hadeeeuhh. Masalah dari masa ke masa adalah ga rampung baca text readingnya😦 yang penting lembar jawaban penuh.  Setelah waktu habis dan naskah soal-jawaban dikumpulkan ada rehat 40 menit sebelum tes berikutnya —-segera antri toilet—sambil menunggu pengen nyemil, apa daya ga bawa bentou jadi cuma ngemut permen..pinternya si baby di perut  ga protes🙂
Tes berikutnya mulai jam 15.10-16.15 yaitu 聴解 Choukai / Listening dengan waktu mengerjakan 50 menit.  Alhamdulillah audio untuk soalnya terpusat dan sangat jelas sehingga bangku paling belakang pun tak masalah. ( dibandingkan dulu-dulu di Indonesia  manual pake tape & kaset).  Ada perbedaan dalam menjawab soal Chokai ini. Terakhir kali ikut tahun 2007 lalu jawaban  yang dianggap salah juga harus diarsir, tapi kali ini tidak ada. Selain itu lembar jawaban juga dikasih langsung oleh sensei sebanyak 1 lembar aja tiap test section. Sedang pengalaman terdahulu lembar jawaban kalo ga salah ada 3 sheet dan tiap seksi  tes  peserta harus memisahkan sendiri . Kurang tau juga sejak kapan beda, mungkin sejak peraturan JLPT diubah itu ya.  Alhasil itulah pengalaman ikut JLPT di jepang, tinggal tunggu hasilnya😉 dan mengurus proses untuk pengiriman perolehan skor kalo lulus . aaamiin….

Penulis: erlinarakhma

Masih belajar bagaimana menjadi Istri dan ibu yang baik, benar , tidak sombong dan sholihah :) Kayaknya tipe Sanguin- plegmatis deh. Suka malu malu mau buat meraih apa yang diimpikan. Tapi kalo uda ada kemauan rasanya meledak-ledak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s