erakhma

The longer you put off a job, the harder it to start

Menginjak Daratan Ciledug- Tangerang :)

Tinggalkan komentar

Satu tahun tiga bulan kami tinggal di daerah ibu kota dan merasakan jadi warga DKI Jakarta Timur dengan berbagai pernak pernik yang ada di perkampungan padat akhirnya harus jadi kenangan. Meninggalkan tetangga dekat, meninggalkan sekolah TK Dakwah Islam meski belum lulus dan teman-teman yang dikenal selama di Utan Kayu Utara untuk pindah ke tempat baru.  Pada 2 Juni 2015 kami pindah ke daerah ciledug, tepatnya di Komplek Keuangan Karang Tengah Tangerang. Alhamdulillah harapan untuk mendapat rumah dinas dari kantor suami dapat terkabul. Setelah kurang lebih setahun juga menunggu dapat ‘jatah’ rumdin. Tentu sangat membantu para pegawai dibandingkan harus ngontrak rumah dengan harga selangit tiap tahunnya.

Kesan pertama  adalah jarak tempuh ke kantor suami jadi tambah jauh, kedua saat melihat kondisi jalan raya nya dengan kendaraan yang wow padatnya langsung terlintas ‘tiap hari aku harus melintasi jalanan seperti ini ….menegangkan deh ‘ (lintasan pikiran ibu-ibu jarang keluar rumah hehehhe) .  Begitu tiba di lokasi komplek kesannya lain lagi…jalanan kompleknya  luas dan tak terlalu ramai, apalagi dapat rumah dan halamannya lebih luas . Jauuh dibandingkan ngontrak dulu. Insya Allah lah disini bisa lebih baik kehidupannya, jieeeh. Sebelum pindah kesini uda cari kenalan dari ibu-ibu istri pegawai. Ternyata banyak juga yang pindahan dari Utan kayu. So…we start new Life here ya dear…tinggal di komplek dengan permasalahan yang komplek. Hehehhehe

Sebenarnya tinggal di Tangerang bukan pertama kali. Saya dan Suami sebelum menikah, masing-masing juga tinggal di Tangerang Selatan tepatnya daerah Jurang Mangu – Pondok Aren (Ketahuan jadinya jodoh ketemunya dimana  :)) . TApi dasar saya yang kurang gaul jadi ga pernah main jauh ke daerah Tangerang lainnya termasuk ke Karang Tengah ini. Palingan ikutin jalur angkot aja dari Pasar Mayestik ke Pondok Aren ato metromini Blok M-Ciledug. Selain itu banyak perubahan setelah 4 tahun meninggalkan Tangerang Selatan. Jadi kembali ke daerah Tangerang lagi ya serasa asing, apalagi beda wilayah dimana saat ini tinggal di wilayah Tangerang kota.

Lanjut cerita, tinggal di Karang tengah seketika itu langsung membiasakan diri, adaptasi ini itu. Termasuk yang urgent adalah mencari sekolah buat Fahmi dan kendaraan untuk mondar mandir. Berhubung baru punya motor 1, jadi suami harus rela nebeng tetangga untuk kerja.  Ada bus antar jemput pegawai tapi waktunya tidak pas dengan jam kerja suami. Masalah Urgent yang dimaksud tadi, membuat lintasan pikiran saat pertama kali datang menjadi kenyataan, yaitu mondar mandir di tengah arus lalu lintas yang padat dan jalanan yang masih asing. Biasa waktu di Jakarta Timur kemana mana jalan kaki atau naik Bajaj, disini harus menempuh jarak agak jauh untuk sekolah ato ke pasar daaan tidak ada bajaj yaa.  Luar Biasa banyak hal baru yang dipelajari disini. Tinggal di rumah dinas dengan para tetangga dari bidang pekerjaan yang sama membuat kita merasa senasib sepenanggungan hehehhe. Jarak tempuh yang jauh dari rumah dinas ke kantor tentu menyita waktu para pegawai (Mayoritas bapak-bapak) dan menyatukan para istri pegawai sebagai penjaga rumah dan anak. :)). Disinilah para ibu jadi banyak belajar dan berbagi dengan kelihaian  masing-masing. Heheheh ada banyak yang seru pokoknya deh. Cerita lain tunggu wangsit yaa untuk nulisnya ..:)) ALhamdulillah.

 

 

 

 

 

Penulis: erlinarakhma

Masih belajar bagaimana menjadi Istri dan ibu yang baik, benar , tidak sombong dan sholihah :) Kayaknya tipe Sanguin- plegmatis deh. Suka malu malu mau buat meraih apa yang diimpikan. Tapi kalo uda ada kemauan rasanya meledak-ledak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s