erakhma

The longer you put off a job, the harder it to start


Tinggalkan komentar

Serba serbi Rumdin -berTanam-

Alhamdulillah pindah ke rumah dinas keuangan dapatnya rumah dengan lahan kosong yang luas. Bangunan rumah sih standard dengan 2 kamar tanpa ada tambahan bangunan lain jadi sisa lahan cukup luas. Apalagi posisinya di hook. Blok paling blakang di pojokan lagi….Kalo tanya ukuran pastinya perlu data lebih lanjut nih. Pokok nya luas aja dibanding kontrakan yang dulu hehehe.  Untuk Rumdin sebenarnya ukuran sama, sekitar 150m  persegi lah hanya saja ada yang full bangunan (kamar nya lebih banyak) ada juga yang masih menyisakan lahan. Tergantung penghuninya mau direhab seperti apa.  Meskipun bukan rumah pribadi alias rumah negara. Tergantung negosiasi dengan sang pembuat kebijakan 😅

 

Lanjut yang saya tempati aja deh. ..mendapat lahan yang luas obsesi meng-eksploitasi pun  muncul, terbayang bertanam dan beternak disini 😄. Alhamdulillah sudah ada pohon pisangnya, 2 pohon mangga ( yang akhirnya ditebang karena sudah tua dan ‘syerem’)  , dan pepohonan lain yang masih kecil. Pohon melati juga ada lho, wah senangnya bisa metikin bunganya yang haruum.

FB_IMG_1494173061607

Pohon pisang dan ayam. Cerita terpisah untuk ayam nya yaa

Pertama kali coba bertanam ..mulai gali gali tanah untuk menebar  segala benih yang uda dibeli (bayam merah, cabe hijau dll ) eehhh lha dalah tanahnya keras buanget karena banyak timbunan material bangunan.  Jadi harus cari lokasi yanga tanahnya agak mudah digali. Baru amatiran sudah mendapat tantangan. Beberapa benih yang disemai dan  bertahan,  coba dipindahin ke tanah jadinya lebih cepet gede, bersyukur deh brarti ada harapan kalo nanam sesuatu. Beli daun katuk & kangkung di tukang sayur juga ambil sebagian buat iseng iseng ditanam. Jahe, kunyit, kencur, kunci juga ditimbun aja. Alhamdulillah numbuh meski kayak kurang gizi karena tanahnya banyak batunya (yang belum berhasil nanam lengkuas nih, mati mlulu) . Sempet dibawain mertua batang katuk, benih timun dan kacang panjang tapi malah merambat dan berbaur dengan rumput rambat, dijadiin sarang semut juga.  Batang daun katuk aja yang bertahan. Beberapa tanaman ada yang minta bibit ke tetangga untuk nambah koleksi .seperti sirih, pandan, serai  daun ubi dan pohon salam, . Pokoknya di kebun belakang mah asal nanam aja deh. Tumbuhnya sih pasrah  sambil banyakin doa biar subur dan bisa dimanfaatkan hehehe. Tanaman liar juga kadang muncul barengan sama rumput seperti keladi tikus dan bayam hijau. Ga tau dari mana sumbernya nih, tiba tiba uda banyak aja. Kalo pas rumput dibabatin ya ikut abis tapi tar muncul lagi.

20170505_065824

Memanfaatkan pot untuk menumbuhkan gingseng Jawa, blimbing sayur & bawang daunting sebelum dipindah ke tanah  (Kalo ga keduluan dimasak😆 )

Beralih ke halaman depan yang sudah full ditutup semen. Untuk peneduhnya sengaja membiarkan pohon kersen/ceri / talok yang tumbuh di sela tembok. Sedangkan sisi lain diisi tanaman di pot yang  dibawa dari kontrakan Utan Kayu, maksudnya buat ijo-ijoan di tempat baru..ehh malah disini sumbernya tanaman ijo qeqeqeqe..Pohon kersen tadi tumbuhnya cepet jadi seneng karena teduh dan bocah-bocah bisa ambilin buahnya. Tapi dampaknya lantai semennya jadi rusak dan mulai pecah-pecah. Akhirnya minta ditebang aja. Pak suami yang kalang kabut karena jadi panas di depan rumah. solusinya pake tanaman yang di pot aja,  sekalian pingin tanaman hias yang lain biar  bisa nutupin lumut-lumut di tembok🙈

20170505_065246

Berbuah untuk kedua kalinya setelah dikasih pupuk

Urusan depan rumah malah suami yang antusias. Belilah ia pohon sawo dengan pot segede bak kamar mandi, alhasil butuh tanah banyak juga buat isi potnya..beli jeruk lemon yang sudah berbuah dan 5 pot tanaman hias gantung berdaun merah yang ga tau namanya dengan bonusnya 1 pot tanaman wijaya kusuma.

20161017_055047.jpg

Wijayakusuma , Berbunganya hanya tahan semalam

Tanaman hias daun merah tadi baru tau namanya sesudah browsing ternyata itu adalah Tradescantia pallida (purple heart) / purpurea.

20170505_065543

Purple heart digantung sekenanya. Yang did pot pohon kelengkèng yang numbuh dari biji. Dibawa dari kontrakan sengaja ga dipindah ke tanah biar tinggal angkut kalo pindahan lagi.

Tanaman ini cepet juga numbuhnya, begitu gantung kepanjangan lalu kesenggol, patah deh. Berhubung gantungnya ga di atap tapi di tembok ya gitu deh resikonya. Tapi di tancepin lagi bisa numbuh. Lama kelamaan yang patah di buang aja ke tanah bekas lantai plester yang pecah…eeh malah numbuh subur lho gede-gede kliatan seger, bagus deh. Sedangkan yang gantung di pot malah kecil-kecil kurang gizi karena tanahnya belom diganti yang baru.

20170505_065421

Pot pohon sawo juga dilemparin si ungu😄 gemes tanahnya kurang penuh

Mendapat kesempatan menikmati hasil kebun sendiri sungguh karunia luar biasa, jadi berasa di kampung padahal tinggalnya secara admistratif masih di kota. Karena statusnya adalah rumah dinas a.k.a rumah negara bisa jadi sewaktu-waktu kita pindah dan belum tentu mendapati lagi lahan luas seperti ini. Yaa dimanapun berada harus bersyukur dan berbagi karena dengan itulah  insya Allah akan bertambah nikmat Allah untuk kita.

20170603_082643