erakhma

The longer you put off a job, the harder it to start


2 Komentar

Perpanjangan SIM C

Tak terasa 5 Tahun berlalu dan masa berlaku SIM C saya uda mau habis. Sebelumnya saat masih SIM Jombang slalu minta tolong ayah untuk bantu urus. Nah berhubung uda pindah Ciledug dan mumpung belum lewat waktu mulai deh cari info urus perpanjangan SIM gimana. Meski uda pindah KTP urus perpanjangan SIM bisa dimana aja. Coba coba tanya dimana SAMSAT terdekat ada yang bilang di mall CBD Ciledug. Meluncur kesana pagi pagi ternyata kata pak security buka jam 2 siang. Besoknya disempetin mampir pas sore skalian beli bensin  &antar ngaji. Niatnya cari info doang karena uda jam 5 sore ya waktunya untuk pasrah 😀. Setelah tanya pak security lagi ketemulah gerainya di Basement, tepat dibawah BMK  (Bakso Malang Karapitan). Alhamdulillah masih buka dan tanya petugasnya ternyata perpanjang SIM ga bisa disitu, bisanya urus STNK Aja. Balik ditanya kapan habis berlakunya, saya jawab 2 hari lagi pak.  Langsung deh diburu buruin harus segera urus karena lewat 1 hari uda rumit prosesnya. Wah harus kemana dong. ..sama pak petugas ‘dirujuk’ ke gerai Samsat mall Taman Pinang Cengkareng 😲. Daripada harus ke Pusat yang di Daan Mogot rame. Sebenarnya bisa urus di Samsat keliling tiap selasa & Kamis di Buana Garden Cipondoh. Berhubung mepet ya dianjurkan ke Taman Pinang tadi.

20170428_092730

Pagi harinya, tekad sudah bulat harus segera urus hari ini juga. Semalam uda dicicil sebagian persiapan mulai Foto copi dokumen, beberes lanjut paginya ijin sekolah anak karena harus diajakin semua , tak lupa nyiapin bekel juga 😊. Rencana jam 7 ingin berangkat jadi molor jam 8. Biasaa emak rempong nyiapin bocah & nunggu orderan taksi online harus  sabar. Alhamdulillah sampe di Gerai  Samsat jam 9 , antrian ga  berjubel seperti yang dibayangkan. Ketemu lokasinya setelah tanya tanya pak Security. Deket lobby selatan mall & tepat depan pintu masuk Matahari. Depan gerai ada 2 mesin Foto copy dan 2 meja petugas formulir. Satu untuk perpanjangan SIM dan satu lagi kayaknya untuk pajak Kendaraan. Jadi prosesnya mulai dari sini ya…

1. Minta formulir perpanjangan SIM ke petugas sambil siapkan SIM ASLI dan Foto copy KTP 2 lembar. Form tadi diisikan petugasnya & tinggal tanda tangan. Mungkin karena ga rame ya.  Disini bayar Rp. 5000

2. Langsung masuk dan serahkan dokumen (formulir+sim+fc  ktp) ke loket perpanjangan SIM lalu tunggu panggilan.  Alhamdulillah loket ga antri panjang seperti loket sebelah yang urus pajak dll 😥

3. Setelah dipanggil langsung duduk meja pertama yaitu meja  asuransi untuk terima kartu Asuransi Kecelakaan Diri Pengemudi (AKDP) setelah membayar Rp. 30000

4. Lanjut meja sebelahnya untuk tes mata dan tes buta warna. Pertama tutup mata kiri & kanan gantian untuk baca angka di belakang petugas. Lalu baca angka dari beberapa buletan warna warni . Rada was was karena mata sering siwer heh heh. Alhamdulillah lulus dan bayar Rp. 25000

5. Tunggu giliran ke meja terakhir yang di ruang foto.  Duduk Manis untuk foto, print sidik ibu jari kanan & tanda tangan. Sambil tunggu SIM dicetak, bayar Rp.  75000

SIM langsung jadi dan bisa dibawa pulang. Jadi total biaya perpanjangan SIM C sebesar Rp. 135.000

Alhamdulillah beres, jadi untuk pelajaran supaya lebih mudah:

■ persiapan foto copy ktp & SIM asli

■ datang awal lebih baik

■ uang untuk bayar di tiap meja

■ segera urus perpanjangan sebelum jatuh tempo. Kalo sudah Tahunnya mau habis harus aware

■ Bisa di Samsat keliling terdekat. Tapi harus pastikan jadwal waktu & lokasinya.  (Silakan browsing)

■ lebih aman gerai Samsat yang di Mall karena ga keliling pindah – pindah. Malah kitanya yang bisa sekalian keliling Mall 😆😆. Yang penting siapkan biaya tambahan untuk parkir & jajan😅

20170428_092747

 

 

 

 

 

 


2 Komentar

Menginjak Daratan Ciledug- Tangerang :)

Satu tahun tiga bulan kami tinggal di daerah ibu kota dan merasakan jadi warga DKI Jakarta Timur dengan berbagai pernak pernik yang ada di perkampungan padat akhirnya harus jadi kenangan. Meninggalkan tetangga dekat, meninggalkan sekolah TK Dakwah Islam meski belum lulus dan teman-teman yang dikenal selama di Utan Kayu Utara untuk pindah ke tempat baru.  Pada 2 Juni 2015 kami pindah ke daerah ciledug, tepatnya di Komplek Keuangan Karang Tengah Tangerang. Alhamdulillah harapan untuk mendapat rumah dinas dari kantor suami dapat terkabul. Setelah kurang lebih setahun juga menunggu dapat ‘jatah’ rumdin. Tentu sangat membantu para pegawai dibandingkan harus ngontrak rumah dengan harga selangit tiap tahunnya.

Kesan pertama  adalah jarak tempuh ke kantor suami jadi tambah jauh, kedua saat melihat kondisi jalan raya nya dengan kendaraan yang wow padatnya langsung terlintas ‘tiap hari aku harus melintasi jalanan seperti ini ….menegangkan deh ‘ (lintasan pikiran ibu-ibu jarang keluar rumah hehehhe) .  Begitu tiba di lokasi komplek kesannya lain lagi…jalanan kompleknya  luas dan tak terlalu ramai, apalagi dapat rumah dan halamannya lebih luas . Jauuh dibandingkan ngontrak dulu. Insya Allah lah disini bisa lebih baik kehidupannya, jieeeh. Sebelum pindah kesini uda cari kenalan dari ibu-ibu istri pegawai. Ternyata banyak juga yang pindahan dari Utan kayu. So…we start new Life here ya dear…tinggal di komplek dengan permasalahan yang komplek. Hehehhehe

Sebenarnya tinggal di Tangerang bukan pertama kali. Saya dan Suami sebelum menikah, masing-masing juga tinggal di Tangerang Selatan tepatnya daerah Jurang Mangu – Pondok Aren (Ketahuan jadinya jodoh ketemunya dimana  :)) . TApi dasar saya yang kurang gaul jadi ga pernah main jauh ke daerah Tangerang lainnya termasuk ke Karang Tengah ini. Palingan ikutin jalur angkot aja dari Pasar Mayestik ke Pondok Aren ato metromini Blok M-Ciledug. Selain itu banyak perubahan setelah 4 tahun meninggalkan Tangerang Selatan. Jadi kembali ke daerah Tangerang lagi ya serasa asing, apalagi beda wilayah dimana saat ini tinggal di wilayah Tangerang kota.

Lanjut cerita, tinggal di Karang tengah seketika itu langsung membiasakan diri, adaptasi ini itu. Termasuk yang urgent adalah mencari sekolah buat Fahmi dan kendaraan untuk mondar mandir. Berhubung baru punya motor 1, jadi suami harus rela nebeng tetangga untuk kerja.  Ada bus antar jemput pegawai tapi waktunya tidak pas dengan jam kerja suami. Masalah Urgent yang dimaksud tadi, membuat lintasan pikiran saat pertama kali datang menjadi kenyataan, yaitu mondar mandir di tengah arus lalu lintas yang padat dan jalanan yang masih asing. Biasa waktu di Jakarta Timur kemana mana jalan kaki atau naik Bajaj, disini harus menempuh jarak agak jauh untuk sekolah ato ke pasar daaan tidak ada bajaj yaa.  Luar Biasa banyak hal baru yang dipelajari disini. Tinggal di rumah dinas dengan para tetangga dari bidang pekerjaan yang sama membuat kita merasa senasib sepenanggungan hehehhe. Jarak tempuh yang jauh dari rumah dinas ke kantor tentu menyita waktu para pegawai (Mayoritas bapak-bapak) dan menyatukan para istri pegawai sebagai penjaga rumah dan anak. :)). Disinilah para ibu jadi banyak belajar dan berbagi dengan kelihaian  masing-masing. Heheheh ada banyak yang seru pokoknya deh. Cerita lain tunggu wangsit yaa untuk nulisnya ..:)) ALhamdulillah.


Tinggalkan komentar

My Second Bump to Birth #2

THE NEXT PREGNANCY

PART II

Lanjut cerita kehamilan yaa dari part 1 sebelumnya.  Setelah pulang ke Indonesia. Pertama greeting dulu biar siap mental ….”Welcome to Indonesia”…..Melalui perjuangan panjang saat harus packing dalam keadaan puasa Ramadhan Alhamdulillah tibalah kami di Indonesia dengan selamat. Sebelum pulang  sudah tanya ibu dan teman informasi  tentang periksa kehamilan di kampung. Khususnya dokter kandungan wanita. Kalo di kampung sih periksa di bidan sudah cukup tapi kalo ingin lebih lengkap tentu harus ke dokter kandungan yang punya wewenang untuk USG. Informasi yang kami dapatkan untuk periksa kandungan dengan dokter perempuan bisa di RSI Sakinah Mojokerto.  Melalui telpon saya tanya jadwalnya yaitu tiap hari Selasa dan Jumat pagi. Pertama datang sudah muncul kesan tidak mengasyikkan , menunggu 2 jam ternyata dokter tiba-tiba tidak bisa datang sehingga yang hendak periksa USG harus pulang dengan tangan hampa. Masih menguntungkan sih karena jadinya ga bayar, padahal tadinya kalo jadi periksa harus bayar penuh karena  ga datang pake rujukan buat ASKES ( baru tau kalo pake ASKES harus pake rujukan dari Puskesmas, jadi tiap mau periksa harus minta rujukan Puskesmas yang  masa berlakunya untuk 1 bulan).  Oya baru sempet periksa hamil setelah lebaran  karena sibuk kesana kemari sekitar 1 bulan setelah kembali dari Jepang. Itupun yang pertama di bidan baru setelahnya ke dokter tentu dibekali berbagai vitamin khusus ibu hamil waktu pulangnya.

Hmmmmmm……………….. tiba Saatnya suami harus kembali bekerja, sebagai fresh graduated jadi  harus magang dulu di kantor pusat di Jakarta. Sembari menunggu pengumuman  tempat tugas yang baru dan lahirnya debay , saya & fahmi tetep stay di kampung halaman. Menunggu  due date tanpa kehadiran suami jadi lain semangatnya. Ga ada yang obrak obrak untuk jalan kaki pagi, senam hamil & jaga asupan makanan jadi harus dengan kesadaran sendiri, parahnya keenakan di kampung ya jadii kesadaran ga penuh alias banyak malesnya hadeeeh. Lebih keasyikan browsing info tetang kehamilan dan persalinan khususnya tentang gentle birth yang amat provokatif  itu  -positif tentu- dari sebelum hamil emang suka banget segala info kehamilan & persalinan.  Termasuk senam & prenatal yoga tinggal klik aja kan waktu disono no hehehe. Online terus boo…

3 Bulan berlalu masuk ke bulan Nopember yang artinya sudah 40 minggu kehamilan belum ada tanda persalinan yang signifikan. Sebenarnya dari usia 8 bulan (36 minggu) posisi janin sudah normal dan sudah ada kontraksi ringan.  Karena dapat nasehat yang tak bikin semangat dari dokter ‘ jaga dulu kandungan biar ga kontraksi hebat’  jadinya tambah males jalan deh. Yang gokil bumilnya kali ya. OOT àtiap hamil bertepatan musim panas sudah pasti tambah hoooot banget. Kali ini sempet dibilangin kalo ketubannya kurang karena sering dehidrasi, jadinya botol minum selalu dekat di hati eh dekat diriku. Trus pingin liat jenis kelamin juga lum keliatan pasti hingga usia 9 bulan. Lebih canggih tebakan nenekku rupanya dan ternyata memang valid hahahha.  Lanjut tentang hari hari terakhir jelang persalinan yaaa………………………………..

PERSALINAN ITU KUALAMI JUGA, alhamdulillah…………..

Due date 3 -4 Nopember 2013 tapi belum ada tanda yang selalu kunanti seperti halnya persalinan yang pertama dulu, munculnya flek. Sejak 2 minggu sebelumnya kontraksi sudah makin kuat namun sering menghilang. Pergi BAK juga makin intens – tiap 2 jam ada kali ya ke KM.  Periksa ke bidan sudah seminggu sekali semuanya normal.  Suami juga sudah siaga , lebih sering pulang seminggu sekali namun yang ditunggu belum juga hadir. Padahal setelah due date sudah tidak bisa sering-sering pulang lagi.

Lewat 5 hari baru inisiatif priksa ke dokter tepatnya pada 8 November 2013. Tidak memberikan pernyataan yang menenangkan sang dokter justeru mendesak agar bayi segera dilahirkan setelah melihat kondisi dengan usg. Tidak menenangkan karena penjelasannya pun terkesan irit  Cuma beralasan usia sudah lewat 9 bulan dan amnion atau ketuban sudah berkurang meski tak akan habis memang. Gerakan janin juga tak seaktif biasanya. Whaaat, tak peduli apa argumen yang kuungkapkan seperti apa yang kubaca selama ini demi mewujudkan gentle birth, bahwa maksimal kandungan adalah 42 minggu dan amnion bisa terus diproduksi. Gerakan janin wajar berkurang karena ruang gerak yang semakin sempit. Ga peduli request ku untuk menunggu 1 minggu lagi at least 2 hari biar pas lewat seminggu alias 41 minggu. Malah memojokkan kalo terjadi sesuatu tanggung sendiri resikonya . ya iyalah situ mana mau nanggung apalagi dituntut, Tapii hendaknya kalo ngasih saran mbok ya yang enak komunikasinya ga grusa grusu. Liat sudut pandang ibu hamilnya juga kenape, perasaan bumil jelang persalinan mesti lah ngerti, kecuali emang ga peka siiii. Sudah illfeel lanjut kutanya bagaimana baiknya ini, sarannya sungguh bagus..
”yaa kalo mau sekarang langsung masuk pesan kamar ajah, nanti dirangsang biar cepet kontraksi”.
“oo diinduksi maksudnya”. cetusku ..

”Lha iya tadi saya gunakan istilah awam dirangsang , ibuknya malah pake istilah induksi, orang medis ya?” respon bu dok.

“bukan dok, tapi kan saya baca-baca juga istilah itu sering denger”  (batinku, mentang mentang datang periksa ga gebleg gebleg amat kali..).  “lha tapi tadi saya datang niatnya Cuma periksa ga persiapan buat opname”.

“ Kalo gitu silakan rundingan dulu dengan suaminya, kalo udah diputuskan jadi nanti isi formulir ini ya”.

“baik saya permisi dulu”.

Keluar ruangan dengan nelangsa kupaksa  senyum menyapa ibu-ibu yang masih mengantri. Sambil menunggu suami yang sedang sholat Jumat, saya ngobrol dengan ibu yang sedang antri dan menceritakan apa yang barusan terjadi di dalam sana. Ibu tadi mengandung anak ketiga dan menyarankan supaya tenang dan bayak jalan aja. Seperti yang dialaminya waktu persalinan anak pertama dan keduanya dulu. Dengan alasan mau jalan-jalan saya tinggalkan ruang tunggu menuju Musholla, Sholat dhuhur dan mengadukan gelisahku padaNYA.

Seusai sholat kutemui suami di depan RS dan cerita apa yang barusan divoniskan dokter.  Raut mukanya sudah tegang aja membayangkan hal-hal yang tidak diinginkan. Berusaha tenang aku mengusulkan untuk mencari second opinion ke dokter kandungan lain. Meski pikiran sudah didominasi opini pertama dari bu dokter tadi, suami mempersilahkan aku cari info sendiri. Kutelpon RS lain yang kuperoleh infonya dari tetangga, dan kudapati bahwa jadwal praktek dokter adanya jam  5 sore atau jam 8 pagi. Ingin rasanya langsung periksa sebenarnya tapi kondisi lelah menunggu seharian tak memungkinkan langsung lanjut, apalagi ngajak Fahmi pasti capek dan lapar juga. Sebelum meninggalkan RS. suami menyuruhku jalan keliling dan konfirmasi ke perawat yang pagii tadi ada di Ruang periksa. Menanyakan kemungkinan jika memang harus rawat inap apakah ada kamar atau tidak untuk yang menggunakan ASKES  & sedang menunggu persalinan anak kedua. Sore itu tersedia dua kamar dan belum tentu esoknya, demikian info yang kuterima dengan kesan desakan untuk segera ‘menginap’. Kujelaskan saja belum siap dan bagaimana jika keesokannya saja kembali. Akhirnya perawat inisiatif untuk memesan 1 kamar untuk esok meski belum tentu kembali. Jika memang benar datang tinggal konfirmasi langsung aja ke UGD.  Selesai episode di RS hari itu. Usul second opinion tak diterima karena dokter kandungan perempuan tak ada yang lain.  Selanjutnya penuh ketegangan yang tak seharusnya..

Perjalanan pulang dari RS tak langsung menuju rumah, menunjukkan kegalauan suami hehee. Mampir mampir sambil diskusi panjang kali lebar antara sebab dan akibat kenapa jadi begini.  Mampir pertama ke rumah makan isi tenaga setelah seharian menunggu di RS. Meski galau juga tapi aku berusaha menikmati suasana..sebab sebab yang dilontarkan suami kutanggapi dingin aja. Yang males jalan, kurang olah raga lah lah bla bla bla .Tinggal menikmati akibat yang dalam pikiranku saat itu tetap harus diatasi dengan positif thinking. Memang berat pertarungan positf vs negatif ini. Ditambah kondisi yang melelahkan. Selesai makan kita meluncur pulang dan mampir lagi ke manaa?? Ke sawah nan luas menghampar dengan jalan lurus membelah. Ke situlah tempat saya terdampar untuk memperbanyak jalan kaki demi persalianan yang dinanti. Satu jam kemudian barulah pulang kerumah. Istirahat dan mandi.

Kuceritakan pada ibu vonis dokter tadi. Ibu masih menenangkan dan mendoakan semoga malam ini bisa melahirkan normal sambil cerita pengalamannya . Sewaktu hamil  tak kunjung lahir juga tenang dan masih beraktifitas seperti biasa. Padahal orang orang juga sudah menanyakan. Begitu ada tanda jam 1 malam pun ibu tetep jalan –jalan. Nah itu juga kuikuti.  Malamnya  aku jalan muter muter halaman  dan jalan kaki sampe rumah bu bidan yang kurang lebih 700 m dari rumah . Saat diperiksa bidan  ternyata  tensiku lebih tinggi dari biasanya.  Jadi disarankan untuk tidaak banyak jalan lagi khawatir kelelahan dan tensi tambah naik. Diperiksa bukaan juga belum ada tanda-tanda.  Akhirnya jalan terbaik diputuskan segera ke RS saja.  Yaa sudahlaah lebih mempersiapkan mental lagi untuk segala kemungkinan sambil banyak berdoa.  Kusampaikan pada ibu dan suami juga pasrah saja menjalani mana yang dianggap terbaik.  Meski ibu tetep  optimis saja bisa normal.

Keesokan hari Sabtu, 9 November 2013 (5 Muharram 1345 H) jam 6 pagi saya dan suami berangkat ke RS dengan membawa perlengkapan bersalin. Sementara Fahmi ditinggal sama mbahnya di rumah. Setiba di RS kami ikuti saran perawat kemarin hari yaitu menuju UGD terlebih dahulu.  Setelah prosedur di UGD  (tensi  darah, daftar dll..) saya pun  di antar ke ruang rawat inap khusus bersalin kelas 2 . Dipersilahkan pake kursi roda sama mas perawat, saya bilang “ga usah mas, saya ga sakit masih kuat jalan sendiri’ .   Alhamdulillah di kamar ada 2 bed yang masih kosong jadi bebas dipakai sendiri hehehe.  Setelah merapikan barang di kamar saya dan suami jalan keliling melihat ruangan bayi, ruang VK  yang bersebelahan kamar-kamar inap.

Jam 09.00 mulai dipasang alat induksi  berupa  infus (  oksitosin drip). Setelah dipasang daripada diam saja di kamar saya dan suami tetep melanjutkan jalan-jalan  sekeliling ruangan dan sesekali keluar ruangan sambil menyeret-nyeret tiang infus yang otomatis jadi perhatian orang hehehe.  Baru kali itu dipasang induksi dan kontraksi pun makin kuat meski masih jarang-jarang.  Sempet ditanya  seorang ibu yang menunnggu cucunya yang baru lahir di ruang bayi ‘ kok ga langsung caesar aja mbak, pake dirangsang gitu kan tambah sakit” kujawab “Hehehe ga papa bu sudah pernah merasakan sakit melahirkan normal, ini belum seberapa” . Saat itu masih sangat berharap bisa melahirkan normal.

Jam 17.00 botol infus yang pertama sudah mulai habis, tapi kontraksi belum intens juga. Perawat yang  datang kontrol menawarkan mau infus lagi  atau segera  prosedur  untuk SC ? saya bilang ga papa infus lagi tapi  kata perawat  kalo kelamaan juga kasihan bayinya.  Dibilang gitu jadi galau deh, minta waktu ditunggu sampe jam 7 malam, dan diminta mulai puasa.  Sambil nunggu waktu,  konsultasi minta dukungan via telpon ke ibu, teman yang bidan, bude yang perawat dan kakak. Insya Allah kalo SC memang yang terbaik ya Bismillah dijalani saja.

Jam 19.00  Saat mau diapasang kateter dan infus  saya ijin  ke toilet dulu , Masya Allah sudah nge flek, berarti sudah ada pembukaan, tapi terlanajur mau dipasang  kateter dan infus  plus seragam operasi.  Ga bisa ngapa ngapain lagi karena uda total bed rest sambil nunggu jadwal operasi  yang katanya jam 9 nanti.  Saat itu ibu sudah datang sama Fahmi, pak de dan beberapa sodara juga hadir.  Tiba –tiba jam 20.00 perawat datang memberi tahu sekarang operasinya lho..lho katanya jam 9 baru mulai kok diajukan sak karepe dewe ..  Yaa Pasrah saja bed digeret  di bawa ke Ruang Operasi saja sambil terus berdzikir dan komunikasi dengan debay supaya sama-sama siap.

Jam 20.00 diantar suami masuk ke ruang tunggu operasi  masih antri sambil nunggu dokternya juga.  Alhamdulillah dokter datang dan kusapa, sapa dibalas sambil terburu-buru ( ya elaa maap deh kalo ganggu malam mingguannya dok- batinku ) .  Akhirnya giliran masuk ruang operasi suami tidak diijinkan masuk, di dalam dingiiin sekali, ada beberapa perawat dan dokter anestesi serta musik pop,  dangdut campur sari ato apa gitu berisik deh.  Sambil ikuti intruksi  dokter saat dibius lokal saya  ngedumel (meski ga didenger)  ‘ mas saya mau melahirkan musiknya ganti ngaji-ngaji kek..’  Sesaat kemudian baru mati rasa dari perit ke bawah.  Ga peduli dokter & perawat ngobrol ngalor ngidul saat operasi aku tetep berdzikir sambil menahan ngantuk karena efek bius

20.30.. Alhamdulillah terdengar tangis bayi dan suara dokter ‘ anaknya perempuan bu’ …Setelah itu benar- benar seperti melayang  mata tak kuat melek. Cuma sayup-sayup kudengar suara perawat yang mencari bedong dan segala keperluan bayi.  Serta gerakan bed yang menyeretku kembali ke kamar.

21.30 Alhamdulillah sekali lagi , aku mulai sadar dari bius, dan baru tahu kalo tadi dibius total karena ada pendarahan akibat dari induksi. Saat berusaha sadar aku mengalami hypotermia, rasanya menggingil sekali sampe mau pingsan karena merasa terjepit balok-balok es . Padahal selimut dan jaket sudah  dikekepin .  Suami dan ibu terus menyemangati agar aku sadar.  Karena  bayinya sudah menangis kehausan minta disusuin.  Setelah sadar sempurna Alhamdulillah bisa melihat debay, IMD yang telat dan ga maksimal karena masih harus puasa pasca operasi sampe jam 9.30 esok pagi. Duuh padahal lemes, haus dan laper banget….

Dua hari kemudian  Senin,  11 November 2013 sudah lepas kateter dan infus  jadi bisa belajar jalan lagi. Masih ada ibu dan ibu Mertua yang dari kemarin juga datang menemani karena suami sudah harus kembali kerja ke Jakarta. Pagi-pagi setelah mandi belum sempat sarapan sampai habis sudah disuntik obat saat itu masih di infus.  Tak lama  kemudian badan menggigil lagi mungkin kena AC juga sih, tapi makin lama makin kejang ga bisa ngontrol gerakan. Padahal saat itu saya lagi menyusui berdua saja sama debay. Tetep berusaha kuat kuatir gendongan lepas.  Ibu sedang keluar  menjemur handuk sedangkan ibu mertua ngajak Fahmi jalan-jalan.  Begitu ibu kembali ke kamar kaget liat saya gemetar pucat langsung gendong bayi dan panggil perawat.  Disuruh tenang , nafas teratur sambil dipasang selang oksigen. Alhamdulillah karena kejadian itulah infus dilepas  dan saya merasa normal kembali. Dapat penanganan cepat tapi lupa tanya kenapa bisa begitu.  Jadinya ya menduga duga saja . Hari itu juga dapat kunjungan dokter kandungan dan sudah dapat ijin untuk pulang keesokan harinya.

Begitulah kisah melahirkan anak kedua, banyak pelajaran yang dialami dan lebih banyak  lagi yang harus disyukuri. Yang terpeting selamat dan sehat. Tinggal dilanjutkan dengan perawatan pasca melahirkan  SC ( kontrol & lepas jahitan ) yang tentu agak beda dengan melahirkan normal.  Demikian juga masalah menyusui yang belum terlalu lancar sehingga dibantu susu formula, dilakukan juga meski inginnya Asi eksklusif. Jika terlalu saklek malah bayi bisa dehidrasi.

Insya Allah jika kita percaya dan ridho /ikhlas dengan jalan yang diberikan Allah  akan terasa lebih lapang menjalaninya. Sebagaimana ikhlas itu tidak saat kejadian saja melainkan sebelum dan sesudahnya karena godaan pasti ada sepanjang masa 😊.  Jadi harus lebih banyak bersyukur atas segala nikmat NYA.

 


Tinggalkan komentar

Memilih sekolah

Sebenarnya pingin nulis cerita saat Fahmi mulai masuk sekolah TK . Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan tentunya. Sampai ada yang bikin dilema pula apakah benar yang kita putuskan ini..?

sebelum kesampaian mau share dulu tips yang didapat dari grup ortu TK yang sekarang (TK Dakwah Islam) . Biasalah kalo mo nulis printilannya bikin rempong.

CARA SEDERHANA MEMILIH SEKOLAH YANG BAIK UNTUK ANAK KITA.

1. Perhatikan baik2 mulai kita datang dan bertanya informasi apakah disambut dengan baik, ramah, di jelaskan dengan sabar; atau malah sebaliknya tidak ada yang menyapa, tidak ramah, tidak paham info dan di pimpong kesana kemari.

Itu artinya secara sistem dan kesiapan sekolah dan sumber dayanya masih berantakan dan tidak terkordinasi dengan baik; itu akan sangat berdampak pada anak saat proses belajar mengajar berlangsung. Jika gurunya tidak ramah pada kita saat itu Bisa dipastikan banyak guru yang tidak ramah, tidak sabar pada saat mengajar anak kita disekolah.

2. Pada saat kita bertanya tentang sekolah, apakah sekolah meminta komitment pada orang tua, jika perlu dalam bentuk resmi di tanda tangani untuk mengajak orang tua bekerjasama dalam menyelesaikan masalah anak secara tuntas hingga ke rumah, atau lebih banyak membahas syarat2 administrasi pendaftaran dan biaya2 yang harus di bayarkan ?

Itu artinya sekolahnya lebih fokus pada administratif dan keungan daripada ke anak didiknya dan proses pendidikannya. Sekolah semacam ini biasanya terlihat mentereng dan keren tapi muridnya banyak mengalami masalah dan tertekan.

3. Apakah banyak tukang jualan makanan yang tidak jelas di depan sekolah? atau memiliki kantin sendiri atau anak malah di anjurkan membawa bekal dari rumah.

Jika sekolah membiarkan banyak tukang jualan maknan dan anak dibolehkan membelinya berarti sekolah tersebut tidak peduli pada kesehatan anak kita terutama pada makanan yang berpotensi mengandung racun atau bahkan narkoba (zaman sekarang banyak gula2 yang disisipi narkoba – seperti berita2 investigasi di tv).

4. Pergilah ke kantin sekolah tersebut saat anak2 istirahat dan makan disana; perhatikan apa obrolan mereka, apakah mereka menggunakan kata yang halus dan sopan atau sebaliknya; dan bagaimana mereka bergaul disana apakah lebih banyak memuji atau mengejek atau malah “nge gank” dan tidak membaur saat makan

jika anak membicarakan hal-hal negatif dan melakukan hal-hal negatif itu artinya prilaku itulah yang nanti akan ditularkan pada anak kita dan dibawa pulang kerumah. Artinya sekolah kurang peduli pada perkembangan akhlak anak.

5. Pergilah ke Toiletnya setelah lihat kelasnya ; apa bila toiletnya kotor dan bau; jelas bahwa sekolah tersebut tidak peduli pada kebersihan. Karena Toilet adalah ukuran kebersihan sekaligus barometer kepedulian dari pihak pengelola terhadap institusi yang dipimpinnya.

Tentu masih  ada lagi yang lain sesuai kriteria kita. Semoga Allah memberi petunjuk terbaik untuk pendidikan anak anak kita


Tinggalkan komentar

Menghafal nama surat dalam Al Qur’an

Alhamdulillah hampir setahun bergabung dalam grup ODOJ ( one day one juz) banyak suka duka dalam mempertahankan untuk kholas tiap hari. Agar keseharian tak lepas interaksi kita dengan Al Qur’an. Selain grup ODOJ booming juga grup grup lain di sosmed baik FB, WA maupun BBM sampe bingung kebanyakan grup. Banyak hal positif yang bisa didapatkan dari saling berbagi (mau jual beli, update berita, tips dsb) saking mudahnya sharing, informasi jadi overlapping. Jadi cepet Lupa hehehe.  Jadi harus disave sendiri buat jaga jaga barangkali suatu saat membutuhkan informasi yang ada di grup. ONE DAY ONE JUZ 340 20141228_133542

Nah salah satunya tips berikut juga didapat dari grup di WA. Belum berhasil melaksanakanya sii jadi coba dituangkan dulu disini. Sewaktu waktu bisa dilihat & (semoga) ga lupa simpan catatan nya dimana. Tinggal lari aja kesini. Hmm …lupa sumber nya dari mana :D.

SALAH SATU CARA MUDAH MENGHAPAL NAMA2 SURAH DALAM AQUR’AN

Al Qur’an adalah Kitab Suci agama Islam yang wajib di baca dan    dipelajari oleh setiap umat Muslim.Namun faktanya , sangat jarang umat muslim yang bisa menghapal seluruh isi Al Qur’an ( Tahfidz ). Jangankan hapal isinya , urutan nama-nama surah yang ada dalam Al Qur’an saja tidak banyak yang hapal. Nah untuk lebih meningkatkan motivasi kita semua agar nantinya mampu menghapal seluruh isi Al Qur’an , maka saya coba memulainya dengan memberikan satu cara yang menyenangkan untuk menghapal nama-nama surah dalam Al Qur’an. Salah satu metode menghapal yang cukup efektif adalah dengan membuat cerita dari urutan surah sehingga kita mudah mengingatnya.

Cobalah baca Cerita-cerita di bawah ini, dan perhatikan kata-kata yang berhuruf besar. Kata- kata tersebut adalah nama-nama surat dalam Al Qur’an. Hafalkan ceritanya, dan kemudian tuliskan kata-kata tersebut secara berurut.Maka akan kita dapatkan nama surat dan nomor urutnya. Silahkan mencoba :

Cerita I ; (Surah 1 – 10)

Paman membaca AL FATIHAH sebelum memasak SAPI BETINA milik KELUARGA IMRAN yang punya anak wanita bernama AN NISA. Sebagian HIDANGAN itu diberikan untuk BINATANG TERNAK. Kemudian paman menuju TEMPAT-TEMPAT YANG TINGGI, untuk mencuri HARTA RAMPASAN PERANG. Namun akhirnya paman ber-TAUBAT seperti taubatnya Nabi YUNUS.

NO.KRONOLOGI CERITA

1.AL-FATIHAH

2.SAPI BETINA – AL-BAQOROH

3.KELUARGA IMRAN – ALI IMRON

4.AN NISA

5.HIDANGAN – AL MAIDAH

6.BINATANG TERNAK – AL AN ‘AM

7.TEMPAT-TEMPAT YANG TINGGI – AL A’ ROF

8.HARTA RAMPASAN PERANG – AL ANFAL

9.TAUBAT – AT TAUBAH

10.YUNUS

Cerita II; (Surah 11 – 20)

HUD dan YUSUF melihat PETIR.Sementara itu IBRAHIM sedang berada di PEGUNUNGAN HIJR. Ia mencari LEBAH, untuk kemudian memulai PERJALANAN MALAM menuju ke GUA untuk menemui MARYAM dan TOHA.

NO.KRONOLOGI CERITA

11.HUD

12.YUSUF

13.PETIR – AR RA’D

14.IBRAHIM

15.PEGUNUNGAN HIJR – AL HIJR

16.LEBAH – AN NAHL

17.PERJALANAN MALAM – AL ISRO

18.GUA – AL KAHFI

19.MARYAM

20.TOHA

Cerita III ; (Surah 21 – 30)

PARA NABI pergi HAJI diikuti oleh ORANG-ORANG BERIMAN. Mereka seperti CAHAYA. Inilah yang menjadi PEMBEDA ANTARA YANG BENAR DAN BATHIL. Sementara itu, PARA PENYAIR bercerita tentang SEMUT.

Cerita itu terangkum dalam buku KISAH –KISAH. Dalam buku itu juga diceritakan tentang LABA-LABA yang menyerang BANGSA ROMAWI.

NO.KRONOLOGI CERITA

21.PARA NABI – AL ANBIYA

22.HAJI – AL HAJJ

23.ORANG – ORANG BERIMAN-AL

MU’MINUN

24.CAHAYA – AN NUR

25.PEMBEDA ANTARA YANG BENAR

DAN BATHIL – AL FURQON

26.PARA PENYAIR – ASY SYU ‘ARO

27.SEMUT-AN NAML

28.KISAH2 – AL QOSHOSH

29.LABA-LABA – AL ‘ANKABUT

30.BANGSA ROMAWI – AR RUM

Cerita IV ; (Surah 31 – 40)

LUKMAN tidak berSUJUD di kaum yang terkena AHZAB dan tidak juga kepada kaum SABA’. Sementara itu FATHIR dan YASIN berdiri bersama orang YANG BERSHAF-SHAF dan membentuk huruf SHOD. Mereka teramasuk ROMBONGAN – ROMBONGAN yang memohon ampunan kepada YANG MAHA PENGAMPUN.

NO.KRONOLOGI CERITA

31.LUKMAN – LUQMAN

32.SUJUD – AS SAJDAH

33.AL AHZAB

34.SABA’

35.FATHIR

36.YASIN

37.YANG BERSHAF2– ASH

SHOOFFAT

38 SHOD

39.ROMBONGAN-ROMBONGAN – AZ

ZUMAR

40.YANG MAHA PENGAMPUN –

GHOFIR

Cerita V; (Surah 41 – 50)

YANG DIJELASKAN dalam MUSYAWARAH itu adalah tentang

PERHIASAN. Bukan tentang KABUT. Sementara itu banyak orang YANG BERLUTUT di BUKIT-BUKIT PASIR. Saat itulah MUHAMMAD mendapat KEMENANGAN. Hal ini ditandai dengan KAMAR-KAMAR bertuliskan huruf QOF.

NO.KRONOLOGI CERITA

41.YANG DIJELASKAN – FUSHSHILAT

42.MUSYAWARAH – ASY SYURA

43.PERHIASAN – AZ ZUKHRUF

44.KABUT – AD DUKHAN

45.YANG BERLUTUT – AL JATSIYAH

46.BUKIT2 PASIR – AL AHQOF

47.MUHAMMAD – MUHAMMAD

48.KEMENANGAN – AL FATH

49.KAMAR2– AL HUJURAT

50.QOF

Cerita VI ; (Surah 51 – 60)

ANGIN YANG MENERBANGKAN

membawa awan ke bukit THURSINA.Ini terjadi saat BINTANG dan BULAN bersinar. Sementara itu pak RAHMAN sedang berceramah tentang HARI KIAMAT. Dimana BESI hancur, WANITA YANG MENGAJUKAN GUGATAN mengalami PENGUSIRAN, dan banyak PEREMPUAN YANG DIUJI.

NO.KRONOLOGI CERITA

51.ANGIN YANG MENERBANGKAN –

ADZ DZARIYAT

52.THURSINA – ATH THUR

53.BINTANG – AN NAJM

54.BULAN – AL QOMAR

55.AR RAHMAN

56.HARI KIAMAT – AL WAQI ‘AH

57.BESI – AL HADID

58.WANITA YANG MENGAJUKAN

GUGATAN – AL MUJADILAH

59 PENGUSIRAN – AL HASYR

60.PEREMPUAN YANG DIUJI – AL

MUMTAHANAH

Cerita VII ; (Surah 61 – 70)

BARISAN orang beriman pada HARI JUM’AT berbeda dengan ORANG – ORANG MUNAFIK. Demikian juga pada HARI DITAMPAKAN KESALAHAN -KESALAHAN. Ketika aku di-TALAK, aku MENGHARAMKAN dia untuk masuk rumah ini. KERAJAAN yang indah, PENA yang mahal, pada HARI KIAMAT tidak lagi berharga. Disinilah

TEMPAT-TEMPAT NAIK bagi amal sholih.

NO.KRONOLOGI CERITA

61.BARISAN – ASH SHOF

62.HARI JUM’AT – AL JUMU’AH

63.ORANG-ORANG MUNAFIK – AL

MUNAFIQUN

64.HARI DITAMPAKAN KESALAHAN-

KESALAHAN – AL TAGHOBUN

65.TALAK – ATH THOLAQ

66.MENGHARAMKAN – AT TAHRIM

67.KERAJAAN – AL MULK

68.PENA – AL QOLAM

69.HARI KIAMAT – AL HAAQQAH

70.TEMPAT2 NAIK – AL MA

‘ARIJ

Cerita VIII ; (Surah 71 – 80)

NUH diganggu JIN disaat ORANG YANG BERSELIMUT dan ORANG YANG BERKEMUL tertidur pulas. Ia tidak menyadari datangnya KIAMAT. Sementara itu, ketika MANUSIA bertemu dengan MALAIKAT YANG

DIUTUS untuk menyampaikan BERITA

BESAR tentang kematian, MALAIKAT-

MALAIKAT YANG MENCABUT nyawa

sedang melihat IA BERMUKA MASAM.

NO.KRONOLOGI CERITA

71.NUH – NUH

72.JIN – AL JINN

73.ORANG YANG BERSELIMUT – AL

MUZAMMIL

74.ORANG YANG BERKEMUL – AL

MUDATSTSIR

75.KIAMAT – AL QIYAMAH

76.MANUSIA – AL INSAN

77.MALAIKAT YANG DIUTUS – AL

MURSALAT

78.BERITA BESAR – AN NABA’

79.MALAIKAT2 YANG

MENCABUT – AN NAZI ‘AT

80.IA BERMUKA MASAM – ‘ABASA

Cerita IX ; (Surah 81 – 90)

Ombak MENGGULUNG, bumi TERBELAH, ORANG-ORANG YANG

CURANG pun ikut TERBELAH. Mereka

seperti GUGUSAN BINTANG YANG DATANG DI MALAM HARI. Mereka berada di tempat YANG PALING TINGGI. Pada HARI PEMBALASAN tidak akan muncul FAJAR di NEGERI manapun.

NO.KRONOLOGI CERITA

81.MENGGULUNG – AT TAKWIR

82.TERBELAH – AL INFITHOR

83.ORANG-ORANG YANG CURANG –

AL MUTHOFFIFIN

84.TERBELAH – AL INSYIQOQ

85.GUGUSAN BINTANG – AL BURUJ

86.YANG DATANG DI MALAM HARI – ATH THORIQ

87.YANG PALING TINGGI – AL A ‘LA

88.HARI PEMBALASAN – AL GHOSYIYAH

89.FAJAR – AL FAJR

90.NEGERI – AL BALAD

Cerita X; (Surah 91 – 100)

MATAHARI tenggelam saat MALAM tiba. Dan ketika WAKTU DHUHA, Allah MELAPANGKAN rizki dan menumbuhkan BUAH TIN. Sementara itu manusia yang berasal dari SEGUMPAL DARAH tidak mempunyai KEMULIAAN sedikit pun. Ini adalah BUKTI akan terjadi KEGONCANGAN di dunia. Hingga KUDA PERANG YANG BERLARI KENCANG pun mati.

NO.KRONOLOGI CERITA

91.MATAHARI – ASY SYAMS

92.MALAM – AL LAIL

93.WAKTU DHUHA – ADH DHUHA

94.MELAPANGKAN – AL INSYIROH

95.BUAH TIN – AT TIN

96.SEGUMPAL DARAH – AL ‘ALAQ

97.KEMULIAAN – AL QODR

98.BUKTI – AL BAYYINAH

99.KEGONCANGAN – AZ ZALZALAH

100.KUDA PERANG YANG BERLARI

KENCANG – AL`ADIYAT

Cerita XI ; (Surah 101 – 110)

HARI KIAMAT, hari dimana manusia

tidak bisa lagi BERMEGAH-MEGAHAN.

Pada MASA itulah si PENGUMPAT mati diinjak-injak GAJAH. Sementara itu SUKU QURAISY bertengkar dengan

pak MA’UN di tepi telaga KAUTSAR. Saat itu ORANG-ORANG KAFIR tidak mendapatkan PERTOLONGAN.

NO.KRONOLOGI CERITA

101.HARI KIAMAT– AL QORI ‘AH

102.BERMEGAH-MEGAHAN – AT

TAKATSUR

103.MASA – AL ‘ASHR

104.PENGUMPAT – AL HUMAZAH

105.GAJAH – AL FI-L

106.SUKU QURAISY – QURAISY

107.MA’UN – AL MA ‘UN

108.KAUTSAR – AL KAUTSAR

109.ORANG-ORANG KAFIR – AL KAFIRUN

110.PERTOLONGAN – AN NASHR

Cerita XII (Surah 111-114)

Insya Allah 4 surat terakhir ini semua

dari kita sudah menghafalnya.

NO.SURAT

111.AL LAHAB

112.AL IKHLASH

113.AL FALAQ

114.  NAAS


1 Komentar

My Second Bump to Birth

My second Bump to birth .

Cerita tentang kehamilan dan persalinan kedua.

setiap kehamilan dan persalinan itu unik ga bisa disamakan satu sama lainnya. Memang ada sih yang mirip tapi tentu ga sama persis… siiiis. Begitu juga pengalamanku yang kedua ini. Sangat berkesan karena saat hamil sampai mingu ke -26 masih berada di Tokyo , jadi teringat kembali saat menikmati fasilitas-fasilitas yang ada disana. Minggu ke 27 hingga melahirkan sudah kembali ke kampung halaman di pelosok Jawa Timur sehingga merasakan perbedaan fasilitas yang ada. termasuk baru sempet nulis setelah setahun persalian. Yaa itung itung kado ultah buat my lil princess. Heheheh alasan….

Ceritanya Dibagi 2 aja yaa antara kehamilan dan persalinannya. So this is it..

THE NEXT PREGNANCY.

PART 1

Sebelumnya, ini berbagi cerita dari sudut pandang pribadi yang baru pertama kali menjalani kehamilan di Jepang yang tentu jauh beda dengan yang sudah lama dan berpengalaman tinggal disana. Oke, begitu masuk tahun 2013 program hamil pun dimulai dengang harapan waktu pulang ke Indonesia nanti usia kehamilan masih aman untuk perjalanan jauh. Alhamdulillah di bulan kedua (masih musim dingin ehemmm) sudah ada tanda-tanda. Pertama untuk memastikan saya beli tespack ( 妊娠検査ninshin kensa) di drugstore. Agak ragu memakainya karena harganya lumayan juga, paling murah 700 yen-an. Kalo ga positip kan sayang hehehe. Alhamdulillah dua garis. Lanjut deh cari info tentang pemeriksaan kehamilan ke beberapa teman. Kebetulan tak berselang lama ada pertemuan yang digagas KIFA membahas tentang asuransi kehamilan dan persalinan di Kodaira. Jadi lebih tahu apa aja yang bisa didapatkan saat hamil dan melahirkan. Rumah sakit yang direkomendasikan sekitar Kodaira biasanya Showa byoin tapi tak ada dokter perempuan disana, kalo bidan tentu ada. Dari hasil tanya teman dan senpai ketemu juga dokter SpOg yang perempuan. Tempat praktek bukan di rumah sakit melainkan di klinik pribadinya yaitu Ishikawa Teruyo women klinik (石川てる代ウィメンズクリニック) dekat stasiun Kokubunji. Hanya satu eki aja dari Hitotsubashigakuen. Karena belum pengalaman bagaimana periksa di klinik ( Kalo klinik dokter anak Suzuki sensei uda pengalaman, langsung datang aja karena dekat dorm heheh OOT niy) saya hubungi Noriko san untuk tanya-tanya, eh malah dibantu lebih , ditelponkan kliniknya untuk appointment dan diantar pake mobil tiap kali periksa ( pulang dari klinik trus belanja di OK mart hehehe ibu-ibu gituu) . Senangnyaa… untuk pertama kali periksa karena belum punya kartu appointment jadi Noriko san mengajak berangkat agak pagi. Pas datang pertama kali tanggal 12 Maret 2013 kurang beruntung karena ada pengumuman di pintu kalo kliniknya libur. Tapi jadi lebih untung karena Noriko san mengajak pergi ke taman (Konogaya koen) dekat Klinik 😀 waktu itu kumplit ajak suami dan anak.

Datang lagi ke klinik minggu depannya dan menurutku masih belum beruntung karena dokter Ishikawa tidak masuk jadi ada dokter pengganti (lupa namanya tapi kanjinya 木原 先生) lebih muda dan ceplas ceplos (kesanku, padahal dengan dokter yang biasanya juga belum pernah ketemu). Ternyata oh ternyata standart periksa hamil di minggu-mingu pertama melalui periksa dalam (vaginal check)..byuuuh. Nah periksa pertama ini dokter belum menyatakan positif hamil karena belum kelihatan janinnya, baru kantungnya saja. Jadi diminta datang lagi minggu depannya jika sudah positif baru bisa ke Health center (健康センターkenkou senta) untuk minta Boshitecho (母子手帳Buku catatan kehamilan- tentang boshitecho ntar yaa ceritanya). Lanjut tentang periksa hari pertama, belum dapat voucher periksa jadi bayarnya 3620 Yen setelah ditanggung NHI ( National Health Insurance-国民健康保険kokumin kenkouhoken). Tapi sudah dapat kartu pasien dan dibuatkan tiket appointment untuk periksa selanjutnya. Nah pas periksa berikutnya tanggal 26 Maret 2013 ini baru pertama kali bertemu Ishikawa sensei, kelihatan senior dan kalem. Tetep periksa dalam ditambah USG kalo ga salah ingat , kali ini bayar 2900 yen. alhamdulillah positif hamil dan diberitahukan juga HPL nya (予定日yoteibi) – 3 Nopember 2013- jadi pulang dari klinik langsung meluncur ke Health center meski sudah mulai pusing dan mualnya. Disana juga dilayani dengan baik meski saat itu sedang jam istirahat. Setelah isi form yang diperlukan baru dikasih satu bundel amplop berisi macam-macam informasi tentang ibu hamil (母と子の健康バッグ) Ini dia yag diharap-harapkan karena isinya keren hehehe ( yang paling diharap adalah gantungan tas khusus ibu hamil biar dapat tempat duduk prioritas di kereta 😀 dan tentu saja kupon/voucher nya).

Ada 21 list didalam bundel tersebut diantaranya;

1. Kupon untuk 14 kali periksa / general check ( baru kepake 5 kupon hik hiks).

2. Maternal & child health handbook 母子健康手帳―Boshikenkoutechou-(Buku catatan kesehatan ibu dan anak – kirain buku ini didapat dari bidan ato dokter seperti halnya kalo di Indonesia ternyata disini jadi tanggung jawab Health center untuk memberikannya).

3. Key Holder khusus ibu hamil ( paling suka pamer ini di kereta heheheheh).  Tiap kota ada desain masing masing tapi gambar dan tulisannya sama おなかの中赤ちゃんがいる . Intinya pemberitahuan bahwa sedang hamil dan butuh perlakuan khusus misalnya dapat prioritas tempat duduk di kereta atau bis.

Ga dipasang di kunci seh lebih banyak digantung ditas. Benda favorit bumil yg bangga dg kehamilannya :D  *pamer terselubung*

Ga dipasang di kunci seh lebih banyak digantung ditas. Benda favorit bumil yg bangga dg kehamilannya 😀
*pamer terselubung*

4. Voucher ke dentist –lebih mirip surat rujukan- untuk satu kali periksa gigi (Gigi ibu hamil pun jadi perhatian, periksa gigi ini dilakukan setelah kehamilan diatas 20 minggu) .

5. Ucapan selamat atas kehamilan.

6. dst. Buku-buku panduan tentang kehamilan, buku khusus buat calon ayah, stiker, jadwal kelas ibu hamil dsb. Mantap banget deh perhatiannya..

Setelah mendapat bundel ini maka tiap kali datang periksa ke klinik yang perlu disiapkan dan dibawa antara lain :

1. Kartu pasien klinik . yang sudah dibuatkan saat pertama kali datang ke klinik.

Kartu pasien yang harus dibawa tiap kali periksa ( tampak belakang)

Kartu pasien yang harus dibawa tiap kali periksa ( tampak belakang)

2. Tiket / struk appointment . dibuatkan dokter/ perawat saat periksa sebelumnya berisi tanggal dan jam . Jadi bisa datang sesuai jam perjanjian ga perlu antri lama. Pernah datang terlambat dan harus nunggu sampe pasien habis –tersiksa deh kalo ga on time- beda banget kan dg di Indonesia yang kalo kita datang periksa waktu antrinya ga jelas tergantung dokternya.

3. NHI card – kartu asuransi ( National Health insurance-国民健康保険)

4. Voucher periksa sesuai urutan kedatangan. Ada 3 rangkap yang harus diisi nama dan alamat kita, no telpon dan HPL. Ada beberapa list check up yang akan dilakukan diantaranya tes infeksi kelamin (Clamidia), Tes hepatitis dst yang ga begitu paham istilah medisnya. Dilakukan berurutan tiap periksa. Dengan membawa voucher ini biayanya yang diperlukan antara 1800-1900 yen tiap datang. Cerita teman di perfektur lain malah gratis lho kalo periksa hamil. Jadi tergantung kebijakan daerah juga potongan harganya.

5. Maternal & Child Health Handbook( 母子健康手帳)

Seperti buku KIA ( kesehatan ibu dan anak ) yang dibawa ke posyandu / bidan. Yang ini versi English. Kalo yg versi jepang bukunya kecil seperti buku saku

Seperti buku KIA ( kesehatan ibu dan anak ) yang dibawa ke posyandu / bidan. Yang ini versi English. Kalo yg versi jepang bukunya kecil seperti buku saku

Tak boleh lupa, begitu sampai di klinik langsung mengambil sampel urine di toilet klinik. Cup & spidol untuk menamai biasanya sudah tersedia di toilet. Ada semacam jendela kecil untuk meletakkan sampel yang sudah diambil. Sehingga memudahkan perawat untuk mengambilnya.

Trimester pertama pemeriksaan masih dilakukan dari bawah (Transvaginal) , begitu masuk trimester kedua baru dilakukan melalui USG ( minggu keberapa tepatnya sudah lupa). Biasanya waktu periksa dipanggil bolak balik kurleb 2-3 kali. Untuk sesi pemeriksaan tensi & BB oleh perawat lalu pemeriksaan kandungan&konsultasi dengan dokter, selanjutnya sesi pembayaran :D. Sempat heran juga waktu diperiksa kenapa tidak dikasih resep vitamin seperti halnya di Indonesia, ketika periksa hamil pulangnya dibekali berbagai resep multivitamin. Ternyata jika kandungannya baik-baik saja tidak perlu obat-obatan cukup dengan makanan bergizi. Jika ingin tambahan dipersilahkan beli sendiri di apotek. Nah loh kita di Indo kebanyakan nge-drug rupanya. Masuk usia kehamilan keempat dan seterusnya uda mulai tanya jenis kelamin janin saat periksa tapi dokter belum memastikan karena memang belum kelihatan jelas. Kebiasaan juga sih katanya dokter disana ga terlalu mengumbar info tentang jenis kelamin janin biar kalo salah terka ga disalahkan juga kali ya.

Nah itu tadi cerita tentang periksa kehamilan hingga minggu ke 27 alias jalan 6 bulan. Cerita ngidam dan morning sickness yang kedua ini juga unik 😀 . Mentang mentang di luar negri ngidamnya makanan kampung halaman banget yang belum musim di Jepang ( trimester pertama masih awal musim semi) sebutlah mangga & tumis kangkung. Trus pingin banget rujak petis & rawon halaah heran juga ini ngidam apa Cuma angin anginan pingin makannya. Suami sampe ngingetin jangan aneh-aneh biar anak ga ngileran ( emang nyambung yaa??) …..pemicu mual juga lain. Kalo dulu hamil pertama mual begitu bau bawang merah, kali ini kebalikannya. Mual saat mencium bau bawang putih ditambah aroma khas masakan jepang (aroma shoyu, tsuyu dan sejenisnya) yang suka bertebaran dari toko-.toko makanan. Yang mengherankan begitu deket suami juga mual, sumpah deh bukan maukuu ituuu. Lha begitu morningsickness sembuh, deket suami juga gapapa hehhe………………………………..********……………….to be continued… silakan klik part 2

 

PART 2 

Di bagian kedua ini pending nya lama sekalii. Karena uda ngetik & save di Word sebelumnya eehh komputernya ngadatttt huhuhu 😦 smua data ilang. Alhamdulillah setelah sekian lama di servis juga bisa nyala lagi ni compie.